7/23/2005
Ahmadiyah ---- Islam atau bukan?

Udah lama gak nulis sesuatu yang agak berbobot di blog ini. Berhubung kemaren2 lumayan rame berita tentang penyerangan kampus Mubarak di Bogor, maka dengan pengetahuan seadanya, gw berusaha mengungkapkan unek2 gw tentang paham Islam Ahmadiyah, yang sudah masuk ke indonesia sejak sekitar taun 20-an (mulai berkembang pesat sejak 50-an), dan di India sekitar akhir abad 19. Untuk temen2 yang kurang setuju dengan penulisan postingan edisi kali ini, gw mohon maaf, ini 100% hanya unek2 gw doang kok, tanpa niat menebar permusuhan.

Apa yang membedakan Ahmadiyah (penganutnya disebut Ahmadie) dengan aliran Islam yang umum di dunia yaitu Syi'ah dan Suni? Atau bahkan apa bedanya dengan ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, Persis, dll? Jelas, sangat beda. Suni, Syi'ah dan ormas2 itu, secara bulat mengakui bahwa Rasulullah Muhammad saw adalah Khataman Nabiyyin, atau nabi terakhir. Jadi, gak ada lagi seorang pun yang mendapat gelar nabi/rasul setelah meninggalnya Nabi Muhammad. Dengan kata lain, tidak ada lagi wahyu dari Allah SWT, baik berupa firman ataupun kitab suci baru setelah peristiwa meninggalnya Rasulullah SAW.

Meskipun dalam tatacara beribadah, Syi'ah dan Suni (kebanyakan ormas islam di indonesia lebih condong beraliran Suni, meskipun secara eksplisit mereka tidak menyatakan demikian) kadang berbeda, tapi itu semua adalah sesuatu yang hanya dikarenakan perbedaan pandangan dalam menafsirkan hadist, ijtihad, dll, ataupun mengambil paham imam2 fiqih terkemuka (Imam Syafi'i, Hanafi, Hambali, dan Maliki banyak menjadi rujukan para penganut Suni, dan Imam Ja'fari yang menjadi rujukan para penganut Syi'ah). Ada satu yang perlu dicatat disini. Seluruh umat Islam, baik Suni ataupun Syiah, meskipun di akar rumput kadang mengalami pergesekan, tetapi menyadari bahwa perbedaan diantara mereka hanyalah sebuah khilafiyah yang tidak perlu diperdebatkan. Dalam hal shalat berjamaah, penganut Syiah bisa saja berimamkan penganut Suni, begitu juga sebaliknya. Hal ini sangat jelas terlihat pada waktu pelaksanaan haji tiap taunnya.

Khusus Ahmadiyah, ada perbedaan yang sangat mendasar. Mereka engga nerima imam shalat yang bukan berasal dari golongannya, tapi mereka harus menjadi imam shalat apabila makmumnya kaum muslimin yang lain. Ada kerancuan disini. Seandainya benar klaim-klaim Ahmadie bahwa mereka hanyalah kelompok biasa dalam Islam, lalu kenapa gak mau kalau harus jadi makmum? Kebetulan temen gw waktu kuliah ada yg ahmadie, sebut aja si xxx. Kalau shalat dia selalu ambil posisi imam. Awalnya gw gak tau, dan selalu jadi makmumnya. Tapi, ketika suatu kesempatan temen yang laen udah berada di posisi imam, dia bakal langsung shalat munfarid (sendirian), gak berjamaah. Gw baru tau dia Ahmadie, setelah pas shalat jumat dia minta gw nganterin dia ke Mesjid di daerah jalan pahlawan, Bandung, gak seperti mahasiswa lainnya yang shalat jumat di sekitar kampus ITB kayak Mesjid Salman, batan, ataupun pdam. Sejak saat itu, gw selalu ambil posisi shalat munfarid kalau dia jadi imam shalat. Sayangnya, temen2 gw, hanya sedikit yang ngerti hal ini. Gw sengaja gak mau ngomong ke mereka, takut gw dianggap nebarin permusuhan.

Fatwa MUI taun 1980, dan sebelumnya Deklarasi Liga Muslim Dunia taun 1974, menyatakan bahwa aliran Ahmadiyah adalah aliran sesat. Gw setuju ama fatwa itu, apalagi gw hanya seorang muslim dengan pengetahuan keislaman yang sangat minim, apalagi kalo dibandingin tokoh2 MUI yang gabungan dari berbagai kelompok islam di indonesia, atau Liga Muslim Dunia yang gabungan dari sekitar 140 delegasi negara muslim dan organisasi muslim seluruh dunia, gak mungkin gw menolak pendapat mereka yang udah jelas para pakar dalam dunia keislaman.

Apa aja sih perbedaan utama Ahmadiyah dengan Islam yang lain? Kalau kita tanya ke Ahmadie, mereka pasti ngejawab bahwa mereka sama aja kayak organisasi model Muhammadiyah, atau NU. Tapi ini 100% salah. Mereka bener2 beda. Dalam hal shalat berjamaah adalah contoh paling mudah. Amien Rais yang Muhammadiyah bisa aja jadi imam shalat dari para Nadhiyin. Begitu juga, Gus Dur yang NU bisa aja jadi imam di Mesjid Muhammadiyah. Tapi seorang Ahmadie, mustahil mau jadi makmum apabila imamnya bukan dari kalangan mereka. Beberapa temen gw yang Ahmadie, memilih untuk gak usah shalat Jum'at kalo mereka kebetulan gak sempet ke mesjidnya, daripada harus shalat di mesjid non-Ahmadie.

Beberapa prinsip2 dasar di Ahmadiyah yang ngebikin mereka "beda" dengan muslim lainnya, antara lain :

  • Ahmadiyah qadian (aliran ahmadiyah yang dianggap sesat) mengakui adanya nabi Mirza Ghulam Ahmad yang hidup sekitar abad 19-awal abad 20 di india, dan barangsiapa yang tidak mengakuinya maka dianggap kafir (that's why mereka gak mau jadi makmum dari muslimin yang lain, wong yang lain bagi mereka kafir kok). Ini jelas bertentangan dengan prinsip Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin.
  • Adanya kitab suci Takdzirah. Meskipun Ahmadie menolak anggapan bahwa Takdzirah sebagai kitab suci, dan tetap menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah kitab sucinya, tetapi dalam Takdzirah hlm 637 jelas2 tertulis "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun".
  • Adanya tempat suci Rabwah dan Qadiyan di India untuk melakukan ibadah haji (ini gw tau dari internet, belum pernah ditanyain langsung ke Ahmadie. Silahkan cek sendiri).
  • Wanita Ahmadiyah diharamkan menikah dengan pria non-Ahmadiyah, tetapi pria Ahmadiyah dibolehkan nikah dengan wanita non-Ahmadiyah (ini adalah salah satu cara penyebaran agama yang efektif).
  • Dan masih banyak lagi. Selain itu, dalam penafsiran Al-Qur'an sangat banyak perbedaan mendasar dengan penafsiran yang dilakukan oleh para ulama2 Islam lainnya

    Meski demikian, gw sendiri sangat gak setuju adanya serangan ke kampus mubarak beberapa hari yang lalu. Anarkis gak akan bisa ngasih solusi. Jadi solusinya gimana? Menurut gw, alangkah baiknya kalau Ahmadiyah diakui aja sebagai agama, posisinya sejajar dengan agama2 lain di indonesia kayak Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu. Abis mo digimanain lagi? Daripada Ahmadie tetep ngaku Islam tapi nganggap gw dan muslimin lainnya kafir sehingga gak boleh ngimamin mereka waktu shalat. Lagian, toh mereka sendiri punya mesjid2 untuk kalangan mereka.

    Tapi pendapat gw ini tetep harus ditunjang dengan kesediaan Ahmadie untuk memisahkan diri dari umat Islam lainnya dalam beribadah (Kalau dalam hal sosial, pertemanan, dll sih jelas2 gak ada masalah sama sekali. Sobat gw yang beda agama juga banyak, dan agama gak jadi masalah buat pertemanan kita). Jangan ikut shalat di mushala tapi langsung ambil posisi imam seperti umumnya dilakukan para Ahmadie selama ini. Bagaimanapun, sebagai umat Islam yang mengakui kebenaran fatwa MUI, otomatis gw berarti diimamin ama orang kafir. Selain itu, Ahmadie juga harus terbuka ngasih tau ke muslimin lainnya yang gak tau bahwa mereka beda. Sebagai contoh, pas Ramadhan kemaren. Beberapa kali acara Tarawih bareng yang diselenggarain Radio 99ers Bandung diadain di mesjid mereka yang terletak di jalan pahlawan (namanya Al Mubarak kalo gak salah). Lengkap dengan ceramah Tarawihnya. Kasihan kan para umat Islam yang ikutan tarawih bareng tapi gak tau bahwa ternyata imam Shalat Tarawih mereka berbeda keyakinan.....

    Update : Mohon maaf, komentar2 sebelumnya kehapus euy... Buat yang masih ingin berkomentar, silahkan aja...


  • Posted at 5:58:45 pm by ichanx

    rizufa
    March 8, 2011   02:56 PM PST
     
    hidup sudah jelas dengan Al Qur,an dan Hadits.....and Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah sebagai tuntunan hidup.....dan makasih ilmunya ya.....
    salsa
    July 30, 2005   01:15 PM PDT
     
    apdet dunk... pacaran mulu ih...
    yusie
    July 28, 2005   12:41 AM PDT
     
    huhu...tumben ichanx nulis yg kya bgini2an...gpp, menambah pengetahuan gw ttg agama islam..

    cocok sekali dirimu sbg guru agama... xP
    Kang Ebet
    July 28, 2005   12:39 AM PDT
     
    sukses juga lo nulis kek ginian..
    *acungin jempol*
    dodi
    July 26, 2005   09:49 PM PDT
     
    sensitif sekali nampaknya. tapi saya mengacungi jempol pada ichanx karena menulis ini!

    sebab pendapat harus diutarakan.
    ShOFa
    July 26, 2005   06:55 PM PDT
     
    huhuhu icang postingannya berattt bgttt...
    gw no komen ah g ngerti yg kya gituan hehehe
    b3akiNs
    July 25, 2005   09:54 PM PDT
     
    ck, gini nih...suka ada aliran2 ga jelas gini...huhhhh...mo sesat ga sesat yg gw yakinin : Allah SWT cuman 1, Nabi Muhammad IS THE LAST PROPHET......ikutin what the Qur'an n Sunnah says n we'r in the right direction. Ya gaa Mas Ichanxx...hehehehe...

    ee...kt Kang Ebet kucingnya mati ya?????
    randi
    July 25, 2005   12:41 PM PDT
     
    yg gua tau nabi terakhir nabi Muhammad SAW. titik. udeh itu aja.

    Chanx, postingannya kesannya kayak survey buat para blogger, ngeri ^_^ .

    lika
    July 25, 2005   01:36 AM PDT
     
    weitsss....
    berbobot sih iyah chank... tp nampak agak riskan juga yah jadinya.. *lirik2 komennya blub*

    yaaah..mdh2an semua yg baca blognya ichank mengerti bahwa ini hanya curahan pemikiran dan pendapat ichank. bener atau salah, setuju atau ngga setuju, kmu berhak ngomong.

    dan siapapun mau menganut agama apapun, aliran apapun,, it's okay, it's their right.

    lakum diinukum waliyaddiin
    untukmu agamamu dan untukku agamaku

    piss ah

    [btw, klo lg serius gini asa bukan blognya si ichank. huhu. eh maap kepanjangan komennya]
    salsa
    July 25, 2005   01:15 AM PDT
     
    hoi, bang... huhuhu... bener2 deh.. harusnya dikaw jadi profesor...

    comment : gw netral ajah...

    btw kalo mo buka link gw yang ga ada iklannya di intaniasalsa.blogspot.com
    ini uda gw tinggalin kok linknya...

    btw...,

    jagnan pacaran mulu yak....=p
    sitta
    July 24, 2005   08:41 PM PDT
     
    mm...
    mm...
    pengen komen, tapi... takut salah ya. jadi gue pilih no komen dulu.info yang gue dapet juga dikit banget. hmm...
    ya gitu lah. btw chank... terharu karena sms gue yang mana ya?
    bLub
    July 24, 2005   07:13 PM PDT
     
    :)
    Postingan yang menohok, karena mungkin elo ga tau siapa aja temen elo yg Ahmadiyah dan siapa yang bukan.

    Well, actually... postingan elo tidak ada bedanya dengan segala macam pendapat yg beredar di kalangan masyarakat di Indonesia tentang apa itu Ahmadiyah. Bukan mengusung sesuatu yg baru.


    Gue ga mau berkomentar banyak. Karena tadinya gue mau menulis ini di blog gue, tapi lantas gue memilih untuk membatalkannya karena isyu ini sangat rawan...

    Tapi satu hal yang pasti..
    Gue adalah Ahmadiyah. Gue ga sesat. Gue percaya gue ga sesat.
    Dan gue ada di Bogor pada tanggal 8-9-10 kemaren... saat FPI menyerbu dengan rombongannya.
    Alhamdulillah gue masih hidup, kalo ga.. mungkin bLub hanya menjadi sebuah history :)
    ikez
    July 24, 2005   11:24 AM PDT
     
    mm masalah sensitif. yang jelas gue mengakui Tuhan cuma Allah SWT, nabi Muhammad SAW nabi terakhir, dan insya Allah mengikuti sunnah rasul dan berada di jalan Islam yg benar, seperti yg diajarkan oleh rasul. Amiinn.

    Doakan kepada semua umat muslim
    deppii
    July 23, 2005   11:49 PM PDT
     
    hidup muhammadiyah! hohoho..
    Udah lah chanx, kita mah muhamadiyah2 aja yak,.. eyke ga ngerti ahmadiyah, puyeng ah.. eeehh lo jgn miskol2 aja donk papihhhh telpoonnnn!! telpoonn..!! hihihih
    pen curhat nihhhhh.. uhuk uhuk..
     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry

    Ichanx has moved to http://blog.ichanx.net.







    rss feed